BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pneumonia merupakan penyakit yang sering terjadi dan setiap tahunnya
menyerang sekitar 1% dari seluruh penduduk Amerika. Meskipun sudah ada kemajuan
dalam bidang antibiotic, pneumonia tetap merupakan penyebab keatian keenam di
Amerika Serikat.Pneumonia sering terjadi pada anak usia 2 bulan – 5 tahun, pada
usia dibawah 2 bulan pneumonia berat ditandai dengan frekuensi pernafasan
sebanyak 60 kali/menit juga disertai penarikan kuat pada dinding dada sebelah
bawah kedalam.
Pada usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, frekuensi pernafasan sebanyak
50 kali/menit dan pada usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun frekuensi
pernafasan sebanyak 40 kali/menit.Pneumonia berat ditandai dengan adanya gejala
seperti anak tidak bisa minum atau menetek, selalu memuntahkan semuanya, kejang
dan terdapat tarikan dinding dada kedalam dan suara nafas bunyi krekels (suara
nafas tambahan pada paru) saat inspirasi.
Kasus terbanyak terjadi pada anak dibawah 3 tahun dan kematian terbanyak
pada bayi yang berusia kurang dari 2 bulan. Apabila anak diklasifikasikan
menderita pneumonia berat di puskesmas atau balai pengobatan, maka anak perlu
segera dirujuk setelah diberi dosis pertama antibiotik yang
sesuai. Munculnya orhanisme nosokomial, yang resisten terhadap antibiotic,
ditemukannya organism- organisme baru (seperti Legionella), bertambahnya jumlah
pejamu yang lemah daya tahan tubuhnya dan adanya penyakit seperti AIDS semakin
memperluas spectrum dan derajat kemungkinan penyebab-penyebab pneumonia, dan
ini juga menjelaskan mengapa pneumonia masih merupakan masalah kesehatan yang
mencolok.
B. TUJUAN
Mahasiswa mendapat gambaran dan pengalaman tentang penetapan proses asuhan
keperawatan secara komprehensif terhadap klien pneumonia
Tujuan Khusus
Setelah melakukan
pembelajaran tentang asuhan keperawatan dengan pneumonia. maka
mahasiswa/i diharapkan
mampu :
1. Melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan pneumonia
2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan pneumonia
3. Merencanakan tindakan keperawatan pada klien dengan pneumonia
4. Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan pneumonia
5. Melaksanakan evaluasi keperawatan pada klien dengan pneumonia
C. RUMUSAN MASALAH
1. Menjelaskan
defenisi pneumonia ?
2. Menjelaskan
etiologi pneumonia ?
3. menjelaska
patofisiologi pneumonia ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFENISI
Pneumonia adalah inflamasi parenkim paru, biasanya berhubungan dengan
pengisian alveoli dengan cairan. Penyebabnya karena agen infeksi, irirtan kimia
dan terapi radiasi. bakterinya bernama pneumococcal pneumonia.( Doenges,
Marilynn E., 1999)
Pneumonia adalah penyakit inflamasi pada paru yang dicirikan dengan adanya
konsolidasi akibat eksudat yang masuk dalam area alveoli.(Axton & Fugate,
1993).
Peradangan akut parenkim paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi,
disebut pneumonia. (Sylvia)
Penumonia adalah inflasi parenkim paru, biasanya berhubungan dengan
pengisian cairan di dalam alveoli. Hal ini terjadi akibat adanya invaksi agen
atau infeksius adalah adanya kondisi yang mengganggu tahanan saluran.
Trakhabrakialis adalah beberapa keadaan yang mengganggu mekanisme pertahanan
sehingga timbul infeksi paru misalnya, kesadaran menurun, umur tua,
trakheastomi, pipa endotrakheal, dan lain-lain. Dengan demikian flora endogen
yangmenjadi patogen ketika memasuki saluran pernapasan.( Ngasriyal,Perawatan
Anak Sakit, 1997)
Pneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang terjadi pada masa
anak-anak dan sering terjadi pada masa bayi. Penyakit ini timbul sebagai
penyakit primer dan dapat juga akibat penyakit komplikasi. (A. Aziz Alimul :
2006).
Pneumonia adalah infeksi saluran nafas bagian bawah. Penyakit ini adalah
infeksi akut jaringan paru oleh mikroorganisme (Elizabeth J. Corwin)
Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus
(alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi
“inflame” dan terisi oleh cairan. (wikipedia.com)
B. ANATOMI FISIOLOGI
Sistem organ yang terkait dengan penyakit ini adalah
sistem pernafasan. Sistem pernafasan terdiri dari :
1.Hidung
Rongga hidung dilapisi oleh epitelium gergaris. Terdapat sejumlahkelenjar
sebaseus yang ditutupi oleh bulu kasar. Partikel-partikel debuyang kasar dapat
disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalamlubang hidung, sedangkan
partikel yang halus akan terjerat dalam lapisanmukus yang disekresi oleh sel
goblet dan kelenjar serosa.
Gerakan silia mendorong
lapisan mukus ke posterior di dalam rongga hidung, dan kesuperior di dalam
sistem pernafasan di bagian bawah menuju ke faring.Dari sini lapisan
mukus akan tertekan atau dibatukkan keluar. Air untuk kelembaban diberikan
oleh lapisan mukus, sedangkan panas yang disuplaike udara inspirasi berasal
dari jaringan di bawahnya yang kaya akan pembuluh darah. Jadi udara
inspirasi telah disesuaikan sedemikian rupasehingga bila udara mencapai faring
hampir bekas debu, bersuhumendekati suhu tubuh, dan kelembabannya mencapai
100%.
2.Faring
Terdapat di bawah dasar tengkorak di belakang rongga hidung danrongga
mulut, dan di depan ruas tulang leher
Merupakan pipa yang
menghubungkan rongga mulut denganesofagus. Faring terbagi atas 3 bagian :
nasofaring di belakang hidung,orofaring di belakang mulut, dan faring laringeal
di belakang laring.Rongga ini dilapisi oleh selaput lendir yang bersilia. Di
bawa selaputlendir terdapat jaringan kulit dan beberapa folikel getah
bening.Kumpulan folikel getah bening ini disebut adenoid. Adenoid akanmembesar
bila terjadi infeksi pada faring
3.Laring
Terletak di depan bagian terendah
faring. Laring merupakanrangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh
otot dan di sanaterdapat pita suara. Di antara pita suara terdapat ruang
berbentuk segitigayang bermuara ke dalam trakea dan dinamakan glotis. Pada
waktumenelan, gerakan laring ke atas, penutupan glotis, dan fungsi
seperti pintu pada aditus laring dari epiglotis yang berbentuk daun,
berperananuntuk mengarahkan makanan dan cairan masuk ke dalam
esofagus. Namun jika benda asing masih mampu untuk melampaui glotis,
makalaring yang mempunyai fungsi batuk akan membantu menghalau bendadan sekret
keluar dari saluran pernafasan.
4.Trakhea
Memiliki cabang-cabang Panjangnya kurang lebih 9 centimeter. Trakea berawal
dari laringsampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima, trakea
bercabangmenjadi dua bronkus. Trakea tersusun atas enam belas sampai dua
puluhlingkaran tak lengkap berupa cincin tulang rawan yang diikat bersamaoleh
jaringan fibrosa. Letaknya tepat di depan esofagus. Trakea dilapisioleh selaput
lendir yang terdiri atas epitelium bersilia. Tempat percabangan bronkus
disebut karina. Karina memiliki banyak saraf dandapat menyebabkan spasme dan
batuk yang kuat jika dirangsang. Struktur bronkus sama dengan
trakea. Bronkus-bronkus tersebut tidak simetris.
5.Bronkus
Bronkos kanan lebih pendek dan lebih lebar dan merupakankelanjutan dari
trakea yang arahnya hampir vertikal, sebaliknya bronkuskiri lebih panjang dan
lebih sempit dan merupakan kelanjutan dari trakeadengan sudut yang lebih tajam.
Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris
dan kemudian bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menjadi
bronkus yang ukurannya semakin kecil sampaiakhirnya menjadi bronkiolus
terminalis, yaitu saluran udara terkecil yangtidak mengandung alveoli.
Bronkiolus terminalis memiliki garis tengahkurang lebih 1 mm. Bronkiolus
dikelilingi oleh otot polos bukan tulangrawan sehingga bentuknya dapat berubah.
Setelah bronkiolus terminalisterdapat asinus yang merupakan unit fungsional
paru-paru, yaitu tempat pertukaran gas.
Asinus terdiri dari :
1) bronkiolus
respiratorius
2) duktusalveolaris
3) sakus alveolaris
terminalis, merupakan struktur akhir paru- paru. terdapat sekitar 23 kali
percabangan mulai dari trakea sampai sakusalveolaris terminalis. Alveoli terdiri
dari satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hampir
langsung bersentuhan dengan udara.Dalam setiap paru-paru terdapat
sekitar 300 juta alveolus dengan luas permukaan total seluas sebuah
lapangan tenis.
5.Paru-paru
Merupakan alat pernafasan utama. Paru-paru merupakan organ
yangelastis,berbentuk kerucut, dan letaknya di dalam rongga dada.
Karena paru-paru saling terpisah oleh mediastinum sentral yang di
dalamnyaterdapat jantung dan beberapa pembuluh darah besar. Setiap paru-parumemiliki
apeks (puncak paru-paru) dan basis. Paru-paru ada dua. Paru- paru kanan
lebih besar dari pada paru-paru kiri. Paru-paru kanan dibagimenjadi tiga lobus
oleh fisura interlobaris, paru-paru kiri dibagi menjadidua lobus. Setiap lobus
tersusun atas lobula.Paru-paru dilapisi suatu lapisan tipis membran
serosa rangkap duayang mengandung kolagen dan jaringan elastis yang disebut
pleura
C. ETIOLOGI
Pneumonia dapat disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti:
1.Bakteri penyebab pneumonia
yang paling umum yaitu:
·
staphylococcus aureus,
·
streptococus,
·
aeruginosa,
·
legionella,
·
hemophillus,
·
influenza,
·
eneterobacter.
Bakteri-bakteri tersebut berada pada kerongkongan manusia sehat, setelah
system pertahanan menurun oleh sakit, usia tua, atau malnutrisi, bakteri tersebut
segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan.
2.Virus penyebab
pneumonia diantaranya yaitu:
·
virus influenza,
·
adenovirus,
·
chicken-pox (cacar air).
Meskipun virus-virus ini menyerang saluran pernafasan bagian atas, tetapi
gangguan ini dapat memicu pneumonia, terutama pada anak-anak.
Organisme mirip bakteri yaitu Micoplasma
pneumonia. Pneumonia jenis ini berbeda dengan pneumonia pada umumnya. Karena
itu pneumonia yang diduga disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering
disebut pneumonia yang tidak tipikal. Mikoplasma ini menyerang segala jenis
usia.
3.Jamur penyebab
pneumonia yaitu
·
candida albicans
D. PATOFISIOLOGI
Gejala dari infeksi pneumonia disebabkan invasi pada paru-paru oleh
mikroorganisme
Respon sistem imun terhadap infeksi. Meskipun lebih dari seratus jenis
mikroorganisme yang dapat menyebabkan pneumonia, hanya sedikit dari
mereka yang bertanggung jawab pada sebagian besar kasus. Penyebab paling sering
pneumonia adalah virus dan bakteri. Penyebab yang jarang menyebabkan infeksi
pneumonia ialah fungi dan parasit.
1) Virus
Virus menyerang dan merusak sel untuk berkembang biak. Biasanya virus masuk
kedalam paru-paru bersamaan droplet udara yang terhirup melalui mulut dan
hidung. setelah masuk virus menyerang jalan nafas dan alveoli. Invasi ini
sering menunjukan kematian sel, sebagian virus langsung mematikan sel atau
melalui suatu tipe penghancur sel yang disebut apoptosis.
Ketika sistem imun merespon terhadap infeksi virus,dapat terjadi
kerusakan paru.Sel darah putih,sebagian besar limfosit, akan
mengaktivasi sejenis sitokin yang membuat cairan masuk ke dalam
alveoli.Kumpulan dari sel yang rusak dan cairan dalam alveoli mempengaruhi
pengangkutan oksigen ke dalam aliran darah. Sebagai tambahan dari proses
kerusakan paru,banyak virus merusak organ lain dan kemudian menyebabkan fungsi
organ lain terganggu.Virus juga dapat membuat tubuh rentan terhadap
infeksi bakteri, untuk alasan ini, pneumonia karena bakteri sering merupakan
komplikasi dari pneumonia yang disebabkan oleh virus.
Pneumonia virus biasanya disebabkan oleh virus seperti vitus
influensa,virus syccytial respiratory(RSV),adenovirus
danmetapneumovirus.Virus herpes simpleks jarang menyebabkan pneumonia
kecuali pada bayi baru lahir. Orang dengan masalah pada sistem imun juga
berresiko terhadap pneumonia yang disebabkan oleh cytomegalovirus(CMV).
2) Bakteri
Bakteri secara khusus memasuki paru-paru ketika droplet yang berada di
udara dihirup,tetapi mereka juga dapat mencapai paru-paru melalui aliran darah
ketika ada infeksi pada bagian lain dari tubuh.Banyak bakteri hidup pada bagian
atas dari saluran pernapasan atas seperti hidung,mulut,dan sinus dan dapat
dengan mudah dihirup menuju alveoli.Setelah memasuki alveoli,bakteri mungkin
menginvasi ruangan diantara sel dan diantara alveoli melalui rongga
penghubung.Invasi ini memacu sistem imun untuk mengirim neutrophil yang adalah
tipe dari pertahanan sel darah putih,menuju paru.Neutrophil menelan dan
membunuh organisme yang berlawanan dan mereka juga melepaskan cytokin,menyebabkan
aktivasi umum dari sistem imun.
Hal ini menyebabkan demam,menggigil,dan mual umumnya pada pneumoni yang
disebabkan bakteri dan jamur. Neutrophil,bakteri,dan cairan dari sekeliling
pembuluh darah mengisi alveoli dan mengganggu transportasi oksigen. Bakteri
sering berjalan dari paru yang terinfeksi menuju aliran darah menyebabkan
penyakit yang serius atau bahkan fatal seperti septik syok dengan tekanan darah
rendah dan kerusakan pada bagian-bagian tubuh seperti otak,ginjal,dan
jantung.Bakteri juga dapat berjalan menuju area antara paru-paru dan dinding
dada(cavitas pleura) menyebabkan komplikasi yang dinamakan empyema. Penyebab
paling umum dari pneumoni yang disebabkan bakteri adalah Streptococcus
pneumoniae,bakteri gram negatif dan bakteri atipikal.Penggunaan istilah “Gram
positif” dan “Gram negatif” merujuk pada warna bakteri(ungu atau merah) ketika
diwarnai menggunakan proses yang dinamakan pewarnaan Gram.Istilah “atipikal”
digunakan karena bakteri atipikal umumnya mempengaruhi orang yang lebih sehat,menyebabkan
pneumoni yang kurang hebat dan berespon pada antibiotik yang berbeda dari
bakteri yang lain.
Tipe dari bakteri gram positif yang menyebabkan pneumonia pada hidung atau
mulut dari banyak orang sehat. Streptococcus pneumoniae, sering disebut”pneumococcus”
adalah bakteri penyebab paling umum dari pneumoni pada segala usia kecuali
pada neonatus.Gram positif penting lain penyebab dari pneumonia
adalah Staphylococcus aureus. Bakteri Gram negatif penyebab pneumonia lebih
jarang daripada bakteri gram negatif.Beberapa dari bakteri gram negatif yang
menyebabkan pneumoni termasuk bkan demam, menggigil, dan mual umumnya pada
pneumoni yang disebabkan bakteri dan jamur. Neutrophil, bakteri, dan cairan
dari sekeliling pembuluh darah mengisi alveoli dan mengganggu transportasi
oksigen. Bakteri sering berjalan dari paru yang terinfeksi menuju aliran darah
menyebabkan penyakit yang serius atau bahkan fatal seperti septik syok dengan
tekanan darah rendah dan kerusakan pada bagian-bagian tubuh seperti otak,ginjal,dan
jantung.Bakteri juga dapat berjalan menuju area antara paru-paru dan dinding
dada(cavitas pleura) menyebabkan komplikasi yang dinamakan empyema. Penyebab
paling umum dari pneumoni yang disebabkan bakteri adalah Streptococcus
pneumoniae,bakteri gram negatif dan bakteri atipikal.
Penggunaan istilah “Gram positif” dan “Gram negatif” merujuk pada warna
bakteri(ungu atau merah) ketika diwarnai menggunakan proses yang dinamakan
pewarnaan Gram.Istilah “atipikal” digunakan karena bakteri atipikal umumnya
mempengaruhi orang yang lebih sehat,menyebabkan pneumoni yang kurang hebat dan
berespon pada antibiotik yang berbeda dari bakteri yang lain. Tipe dari bakteri
gram positif yang menyebabkan pneumonia pada hidung atau mulut dari banyak
orang sehat. Streptococcus pneumoniae, sering disebut”pneumococcus” adalah
bakteri penyebab paling umum dari pneumoni pada segala usia kecuali
pada neonatus.Gram positif penting lain penyebab dari pneumonia
adalah Staphylococcus aureus.
Bakteri Gram negatif penyebab pneumonia lebih jarang daripada bakteri gram
negatif.Beberapa dari bakteri gram negatif yang menyebabkan pneumoni termasuk
Haemophilus influenzae,Klebsiella pneumoniae,Escherichia coli,Pseudomonas
aeruginosa,dan Moraxella catarrhalis.Bakteri ini sering hidup pada perut atau
intestinal dan mungkin memasuki paru-paru jika muntahan terhirup.Bakteri
atipikal yang menyebabkan pneumonia termasuk Chlamydophila
pneumoniae,Mycoplasma pneumoniae,dan Legionella pneumophila.
3) Jamur
Pneumonia yang disebabkan jamur tidak umum,tetapi hal ini mungkin terjadi
pada individu dengan masalah sistem imun yang disebabkan AIDS,obat-obatan
imunosupresif atau masalah kesehatan lain.patofisiologi dari pneumonia yang
disebabkan oleh jamur mirip dengan pneumonia yang disebabkan bakteri,Pneumonia
yang disebabkan jamur paling sering disebabkan oleh Histoplasma
capsulatum,Cryptococcus neoformans,Pneumocystis jiroveci dan Coccidioides
immitis.Histoplasmosis paling sering ditemukan pada lembah sungai Missisipi,dan
Coccidiomycosis paling sering ditemukan pada Amerika Serikat bagian barat daya.
4) Parasit
Beberapa varietas dari parasit dapat mempengaruhi paru-paru.Parasit ini
secara khas memasuki tubuh melalui kulit atau dengan ditelan.Setelah
memasuki tubuh,mereka berjalan menuju paru-paru,biasanya melalui darah.Terdapat
seperti pada pneumonia tipe lain ,kombinasi dari destruksi seluler dan
respon imun yang menyebabkan ganguan transportasi oksigen.Salah satu
tipe dari sel darah putih,eosinofil berespon dengan dahsyat terhadap infeksi
parasit.Eosinofil pada paru-paru dapat menyebabkan pneumonia eosinofilik yang
menyebabkan komplikasi yang mendasari pneumonia yang disebabkan parasit.Parasit
paling umum yang dapat menyebabkan pneumonia adalah Toxoplasma
gondii,Strongioides stercoralis dan Ascariasis. a adalah Toxoplasma
gondii,Strongioides stercoralis dan Ascariasis.
E. MANIFESTASI KLINIS
Orang dengan pneumonia sering kali disertai batuk berdahak, sputum
kehijauan atau kuning, demam tinggi yang disertai dengan menggigil. Disertai
nafas yang pendek, nyeri dada seperti pada pleuritis ,nyeri tajam atau
seperti ditusuk. Salah satu nyeri atau kesulitan selama bernafas dalam atau
batuk.
Orang dengan pneumonia, batuk dapat disertai dengan adanya darah, sakit
kepala atau mengeluarkan banyak keringat dan kulit lembab. Gejala lain berupa
hilang nafsu makan, kelelahan,kulit menjadi pucat, mual, muntah, nyeri
sendi atau otot. Tidak jarang bentuk penyebab pneumonia mempunyai variasi
gejala yang lain.
Misalnya pneumonia yang disebabkan oleh Legionella dapat menyebabkan nyeri
perut dan diare, pneumonia karena tuberkulosis atau Pneumocystis hanya
menyebabkan penurunan berat badan dan berkeringat pada malam hari. Pada orang
tua manifestasi dari pneumonia mungkin tidak khas. Bayi dengan pneumonia lebih
banyak gejala, tetapi pada banyak kasus, mereka hanya tidur atau
kehilangan nafsu makan
F.KLASIFIKASI
Secara Garis Besar
Pneumonia Dapat Dibedakan Menjadi 3 Yaitu:
1. Aspirasi pneumonia
Terjadi apabila tersedak
dan ada cairan /makanan masuk ke paru- paru.pada bayi baru lahir,
biasanya tersedak karena air ketuban atau asi.
2.Pneumonia karena infeksi virus, bakteri, atau jamur
Umumnya penyebab infeksi
paru adalah virus dan bakteri sepertistreptococcus pneumonia dan haemophylus
influenzae. Gejala akanmuncul 1-2 hari setelah terinfeksi. Gejala yang muncul
mulai dari demam,batuk lalu sesak nafas.
3.Pneumonia akibat faktor lingkungan
Polusi udara menyebabkan
sesak nafas terutama bagi yang alergi.bila tidak segera dilakukan
pengobatan maka akan mengakibatkan bronchitis dan selanjutnya menjadi
pneumonia.
G.KOMPLIKASI
- Gangguan pertukaran gas
- Obstruksi jalan napas
- Gagal pernapasan pleura effusion (bactery pneumonia)
H.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
- Sinar X : mengidentifikasikan distribusi struktural (misal: lobar, bronchial); dapat juga menyatakan abses).
- Pemeriksaan gram/kultur, sputum dan darah: untuk dapat mengidentifikasi semua organisme yang ada.
- Pemeriksaan serologi: membantu dalam membedakan diagnosis organisme khusus.
- Pemeriksaan fungsi paru: untuk mengetahui paru-paru, menetapkan luas berat penyakit dan membantu diagnosis keadaan.
- Biopsi paru: untuk menetapkan diagnosis
- Spirometrik static: untuk mengkaji jumlah udara yang diaspirasi.
- Bronkostopi: untuk menetapkan diagnosis dan mengangkat benda asing.
I.PENATALAKSANAAN
a.
Pengobatan yang intensive bila terdapat
virus pneumonia
b.
Bila kondisi berat harus di rawat
c.
Berikan oksigen, fisioterapi dada dan
cairan intravena
d.
Antibiotic sesuai dengan program
e.
Pemeriksaan sensitivitas untuk pemberian
antibiotik
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pneumonia adalah penyakit inflamasi pada paru yang dicirikan dengan adanya
konsolidasi akibat eksudat yang masuk dalam area alveoli sehingga menyebabkan
agen infeksi, irirtan kimia dan terapi radiasi.
a. Bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah staphylococcus aureus,
streptococus, aeruginosa, legionella, hemophillus, influenza, eneterobacter.
b. Virus penyebab pneumonia diantaranya
yaitu virus influenza, adenovirus,chicken-pox (cacar air). Meskipun virus-virus
ini menyerang saluran pernafasan bagian atas, tetapi gangguan ini dapat memicu
pneumonia, terutama pada anak-anak.
B. Saran
Seharusnya kita perlu mengetahui tentang penyakit
pneumonia agar kita dapat mencegah hal itu timbul dalam lingkungan kita.
Penulis juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari pembaca untuk menyempurnakan penulisan makalah berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
KTW. 2010.
Suplementasi Zinc Menurunkan Kejadian Pneumonia Pada Anak-anak.
Mansjoer,
Arif., Suprohaita, Wardhani, W.A., dan Setiowulan, wiwiek │Eds.│. Kapita
Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Auscalapius.
Prasetya, Danzka. Askep Pneumonia. (http://wildanprasetya.blog.com/
Carpenito,
Lynda Juall (2000), Diagnosa Keperawatan edisi 8 , EGC , Jakarta
Perawatan
Medikal Bedah, Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjadjaran, Bandung
Luckmann’s
Sorensen (1996),
Baughman C Diane.2000,Keperawatan medical
bedah, EGC, Jakrta
Doenges E Mailyn.1999, Rencana Asuhan Keperawatan
: Pedoman untuk perencanaandan pendokumentasian perawatan pasien. Ed3. EGC,
Jakarta
Nanda.
(2007). Diagnose Nanda: Nic dan Noc.
Nursalam.
(2001). Proses dan Dokumentasi Keperawatan: Konsep dan Penyakit. Salemba
Medika.
Jakarta.
1 komentar:
MGM National Harbor to reopen casino | JTA Hub
MGM National Harbor Hotel and Casino 김천 출장안마 in Everett has announced 대구광역 출장샵 the 김포 출장샵 reopening of its hotel and casino, 울산광역 출장샵 MGM National Harbor in Everett.Sep 25, 2021 김포 출장샵
Posting Komentar